KAN KU MENJENGUK MATAHARI
Ada baiknya, engkau biarkan aku menengok matahari di luar.
Beranda
rumah tua ini telah telanjur udzur oleh pendar usia,
maskara
putihnya telah menguning
ditumbuk
kemarau juga hujan sepenggalan.
Pohon
Keluwih yang dulu rajin engkau kecup
keningnya juga telah menyandarkan dedahanannya dalam lumut. Pabila pawana tak berkerudung bertandang
maka
reranting kanaknya membimbing jemari lentik daun menghitung;
satu
ditambah satu sama dengan dua,
dan
dua ditambah dua sama dengan empat.
Seraya
menikmati keibuan pagi,
pohon
Keluwih itu menemani sesaknya catatan buku harian,
tentang
tumbuh-punahnya sebuah harapan,
tentang
datang-perginya petikan nada asmara,
juga
tentang mimpiku dan mimpi merpati.
Di mana langkah ku retas, di situ langkah ku eja.
Mintaku
untuk menjenguk matahari
bukan pamrih beraroma teh poci. Juga, bukan dengung lebah di musim bercinta. Hanya sebuah tukikan mendalam tentang dekatnya peradaban angan adalah pintaku.
Andai
kau kata bahwa menengok matahari hanya kiasan tak bertanda maka buka
telingamu
untuk bisikan lokaswara yang berhembus malu-malu. Baru, kita bisa bersepaham buat mengeja. Tatkala, aku bisa menjamu hangat asmara matahari.
Kan aku sua noktah,
garis, huruf, kata, frasa, klausa, kalimat, alinea, teristimewa wacana
berpayudara yang tersenyum menterjemahkan siapa yang menyanyi di taman hati
malam tadi.
Izinkan aku,
Izinkan aku,
restui aku untuk menjenguk matahari.
Setialah
senantiasa di kamar sabar menanti.
Kelak ku akan pulang tak hanya meminjam pewarta,
Karena aku
akan pulang sebagai kekasih yang usai menjenguk matahari.
|
Home » All posts
Senin, 25 November 2013
MENJENGUK MATAHARI
Label:
IMAJINASI
Selasa, 29 Oktober 2013
CARA BERHEMAT ALA PELAJAR
CARA BERHEMAT ALA PELAJAR
Jaman sekarang ini pelajar lebih banyak membutuhkan uang untuk
kebutuhan pendidikannya. Dari tahun ke tahun, biaya pendidikan semakin
melambung, padahal pemerintah sudah menaikkan anggaran pendidikan serta
menyiapkan BOS untuk operasional setiap sekolah. Disamping naiknya biaya
pendidikan, biaya-biaya lain juga ikut, contohnya harga buku, jajanan di
sekolah juga naik menyebabkan bengkaknya uang saku kamu. Padahal jatah uang
saku dari orang tua mungkin hanya segitu-segitu
saja. Nah, untuk
menghemat uang saku kamu nih
perlu dicoba beberapa tips berikut ini. Kalau hemat berarti turut membantu
beban orang tua kamu juga dong.
Pertama. Belilah barang seperlunya saja. Biasanya banyak pelajar atau
mahasiswa yang suka sekali belanja atau istilah lainnya Shopaholic. Terutama pelajar cewek, tapi tidak menutup
kemungkinan pelajar cowok
juga senang belanja. Sekali melihat barang yang cocok dan sreg di hati langsung ingin
membelinya. Padahal mungkin saja barang tersebut sebenarnya kurang diperlukan
untuk menunjang aktifitas kamu sehari-hari. Maka sebaiknya untuk menghemat uang
saku kamu stop
belanja barang yang kurang bermanfaat. Belilah sesuatu barang karena memang
barang tersebut urgent
(sangat penting).
Kedua. Kurangi bepergian dengan kendaraan bermotor. Jaman sekarang
ini kan sebagian
besar pelajar dan mahasiswa pergi ke sekolah atau kampus pake motor pribadi. Nah, untuk menghemat biaya
transportasi kamu sehari-hari, alangkah bijak jika kamu mengurangi frekuensi
bepergian dengan motor setelah jam sekolah berakhir. Setelah pulang sekolah
mungkin ada acara ini itu yang kurang bermanfaat contohnya nongkrong bareng teman atau
jalan-jalan sore hari sebaiknya dikurangi. Kalau bisa memakai sepeda juga bisa
menjadi alternatif pilihan yang tepat untuk menghemat uang saku. Daripada beli
bensin buat motor lebih baik memakai sepeda, bebas polusi dan sehat. Malah jika
sekolah atau kampusnya dekat, bisa dengan berjalan kaki.
Ketiga. Hemat pulsa. Handphone
sebagai alat komunikasi sudah menjadi barang yang banyak dimiliki oleh kalangan
pelajar. Anak SD pun sudah dibekali dengan handphone
oleh orang tuanya. Sebaiknya untuk berhemat kurangilah sms atau telpon untuk
hal-hal yang kurang perlu dan tidak penting. Jika ada teman yang sms gak penting gak usah dibalas. Contohnya sms
minta kenalan, sms nyasar tidak perlu ditanggapin. Bisa juga dengan beralih ke
operator yang menyediakan sms gratisan. Sekarang kan banyak tuh iklan operator yang
menawarkan sms gratis setelah kirim beberapa sms. Hemat pulsa juga hemat
kantong.
Keempat. Bawa bekal makanan dari rumah. Untuk menghemat budget, bagi kamu yang suka
jajan di sekolah tips berikut ini mungkin akan ampuh, yaitu membawa bekal
sendiri dari rumah. Jajanan sekolah memang sering kali dinilai tidak sehat.
Karena kita tidak tahu 100 persen apa yang terkandung dalam jajanan tersebut. Nah, ada baiknya kamu membawa
sendiri bekal dari rumah. Selain sehat juga irit uang saku.
Kelima. Puasa senin kamis. Mungkin point
ini sangat susah bagi yang belum pernah melakukannya. Bagi kamu yang beragama
Islam boleh dicoba untuk puasa sunah setiap senin dan kamis. Ibarat sambil
menyelam minum air, selain menghemat uang saku, puasa sunah setiap senin dan
kamis juga bernilai ibadah.
Keenam. Jangan pacaran di sekolah. Untuk point yang satu ini mungkin kamu bertanya-tanya,
ini kan masalah perasaan. Harus diingat, tugas pelajar adalah belajar bukan nyambi pacaran. Berteman dengan
lawan jenis boleh-boleh saja, tapi jangan dulu untuk tahap serius atau pacaran.
Dengan pacaran secara otomatis kamu harus merogoh kantong lebih dalam untuk
“bersenang-senang” bersama sang pacar. Bukannya menghemat uang saku malah bisa
membuatmu berutang ke teman-teman yang lain untuk sekadar membuat senang pacar
kamu.
Ketujuh. Luangkan waktu untuk tidur siang. Dengan tidur siang setelah
jam sekolah usai mungkin merupakan cara yang jitu untuk berhemat. Tidur siang
membuat kamu melupakan waktu untuk bermain-main, jalan-jalan, ataupun jajan.
Selain itu tidur siang bisa membuat pikiran lebih segar agar bisa digunakan
belajar pada malam hari. Dengan catatan tidur siang jangan digunakan alasan
untuk bermalas-malasan. Kalau ada tugas sekolah, selesaikanlah terlebih dulu
baru kemudian tidur siang.
Ingat peribahasa berikut “hemat pangkal kaya”. Berhemat memang
tidak mudah untuk dilakukan. Tapi kalau ada niat, sebenarnya berhemat itu
sangatlah mudah. Hemat jangan diartikan sempit sebagai pelit, tetapi mengerti
bagaimana kondisi keuangan kamu sesungguhnya.
mjeducation
Label:
SOLUSI
Rabu, 23 Oktober 2013
MENCINTAI DENGAN BENAR DAN TEPAT
Benar dan Tepat - Berikut saya akan mengulas - Cara Mencintai Seseorang dengan Benar
dan Tepat
- Cerita ini saya angkat karena sekarang banyak sekali anak muda yang mencintai
pasangannya dengan cara yang salah, cara yang salah ini bahkan bisa
menjerumuskan anak muda tersebut ke jurang Neraka yang terdalam karena dapat
menimbulkan Nafsu Syahwat dan dosa-dosa yang lainnya.
Mencintai orang lain dengan benar ini bisa membawa kedamaian dalam hati
kita, karena kita merasa bahwa apa yang kita lakukan ini adalah ibadah dan kita
dapat menghindarkan diri dari godaan syetan dan godaan manusia lainnya. Saya
menamakan ini Cinta sejati, tentu saja cinta yang saya maksudkan ini berbeda
antara cinta sepasang kekasih, cinta kepada orang tua, cinta kepada Rasul kita,
dan cinta kepada Sang Pencipta. Anda jangan berusaha menyamakan makna
cinta-cinta tersebut karena pada hakekatnya cinta itu berbeda tingkatannya.
Sebelum saya memberi tahu Cara Mencintai Seseorang dengan Benar dan Tepat, saya akan memberikan contoh cara mencintai seseorang dengan cara yang salah, berikut ulasannya:
Sebelum saya memberi tahu Cara Mencintai Seseorang dengan Benar dan Tepat, saya akan memberikan contoh cara mencintai seseorang dengan cara yang salah, berikut ulasannya:
- Kita shalat 5x sehari dan berdoa kepada Allah, tetapi kita menelpon pasangan kita lebih dari 5x Sehari, atau sms,
- Ketika kita Shalat handphone kita berdering sehingga kita memikirkan kalo itu sms dari kekasih kita dan akhirnya shalat kita tidak khusuk.
- Saat kita menelpon kekasih kita dan saat itu adzan berkumandang, bukannya kita berhenti eh malah kita menunda shalat dan melanjutkan nelponnya.
- Ketika ada 2 Sms bersamaan masuk ke HP kita dan salah satunya dari orang tua kita, sedangkan satunya lagi dari kekasih kita, kita malah membalas kekasih kita terlebih dahulu.
- Ketika orang tua kita melarang sesuatu kita terus melanggarnya tapi ketika kekasih kita yang melarang kita langsung berhenti melakukannya tanpa bertanya sebabnya.
Nah itulah beberapa cara yang salah dalam mencintai pasangan kita, jika anda
tidak merasa pernah melakukannya juga tidak apa-apa, berarti anda sudah tahu
mana yang terbaik cara
mencintai seseorang
itu. Untuk itu saya juga memberikan cara-cara yang menurut saya benar dan tepat
dalam mencintai seseorang yang kita sayangi, saya meberikan standard bahwa apa
yang tidak di larang oleh agama itu adalah hukumnya boleh selama tidak
melanggar hukum yang lain.
- Kita boleh mencintai seseorang dalam tahap kagum atau suka, karena cinta itu anugerah, dan dilarang mencintai dengan nafsu karena nafsu itu haram jika belum menikah,
- Jika kita belum menikah maka cinta kepada orang tua itu lebih penting daripada cinta kepada kekasih, karena tanggung jawab orang tua terhadap kita masih ada, begitu juga tanggung jawab kita sebagai anak untuk berbakti kepada orang tua.
- Jika dalam waktu yang bersamaan orang tua dan kekasih kita membutuhkan kita, maka prioritaskanlah orang tua kita, kita hanya bisa berharap kekasih kita dapat mengalah dan mengerti keadaan kita. Namun jika dia tak mau mengerti maka saya pastikan ia bukanlah jodoh yang baik untuk anda, karena secara tak sadar dia tidak mau membagi waktu kita terhadap orang tua kita, bagaimana jika kita menikah dengannya nanti.
- Jika mencintai orang lain dan kita belum bisa menikahinya maka jadikanlah cinta itu sarana ibadah untuk saling mengingatkan ibadah, saling mendoakan dan mempererat tali silaturrahim kita kepadanya, jangan sampai berlebihan dalam memberikan perhatian, karena masih banyak yang lain yang membutuhkan perhatian dari kita.
- Jangan sesekali mendahulukan urusan cinta kekasih daripada cinta kepada Tuhan, Rasul, dan Orang Tua, karena kekasih yang baik menginginkan kita untuk taat beragama, dan berbakti kepada orang tua, jika ia menuntut lain dari itu berarti dia bukanlah pasangan terbaik buat kita.
- Bagi yang sudah menikah, Kewajiban suami adalah kepada Ibu dan istrinya, sedangkan kewajiban seorang suami adalah kepada suaminya saja.
- Jadikan cinta itu sebagai ajang Ujian berat yang harus kita lalui tanpa kerugian, Terus terang cinta itu menimbulkan masalah yang besar jika kita tak mengurusnya dengan baik.
dan masih banyak lagi Cara Mencintai Seseorang dengan Benar
dan Tepat, anda tinggal menimbangnya
menurut agama, adat, dan kebiasaan orang-orang, agar tidak menimbulkan
kesalahpahaman yang berarti dalam mencintai seseorang.
rightandexact.
Label:
SOLUSI
Senin, 21 Oktober 2013
MENGAPA KITA JUJUR?
Mengapa Kita Harus Jujur?
Alasan
pertama, tak seorang pun ingin ditipu atau dibohongi. Alasan kedua, kejujuran
adalah dasar dari perbuatan-perbuatan baik lainnya. Begitulah jawaban
singkatnya.
Apakah di antara kita semua ada yang ingin ditipu, dibohongi,
diingkari janji, dikhianati, dicurangi, atau difitnah? Tentu tidak ada.
Mengapa? Semua perbuatan tersebut adalah perbuatan yang
merugikan, terutama bagi orang lain. Adakah orang yang mau rugi atau
dirugikan, sekarang maupun pada akhirnya nanti? Tidak ada, ‘kan?
Maka, jika kita tidak ingin dirugikan melalui cara-cara yang tidak
jujur seperti itu, kita sendiri harus jujur. Kita harus menjalani hidup
sejujur-jujurnya (kecuali dalam beberapa hal seperti perang). Jujurlah kepada
diri kita sendiri. Jujurlah kepada orang lain, bahkan juga makhluk lain. Dan
jujurlah kepada Tuhan Yang Mahatahu.
Jujurlah mulai dari dalam niat, terus berlanjut dalam sikap batin,
dalam pikiran, dalam sikap jasmani, dalam ucapan, hingga jujur dalam tindakan
atau perilaku. Kejujuran itu seperti rantai yang tak boleh putus, jadi harus
kuat di semua mata rantainya. Tidak jujur di salah satunya, menjadikan keseluruhannya
tidak jujur.
Kejujuran seseorang terpancar atau tercermin pada perbuatan-perbuatan
baik lainnya. Suatu perbuatan adil hanya mungkin dirasakan bila didasari
kejujuran. Perbuatan yang tidak jujur akan memunculkan ketidakadilan. Hakim
yang menerima suap akan membuat
keputusan yang lebih menguntungkan penyuap tetapi merugikan pihak lain. Jadi,
tak ada keadilan bila tak ada kejujuran.
Seseorang disebut
bertanggung jawab karena ia jujur atas apa yang dilakukannya. Dan, ia
menanggung akibat dari semua jawaban yang dikatakannya. Ia juga cenderung
berkata apa adanya, tidak berbelit-belit, tidak banyak ber-rahasia. Seseorang
yang jujur memperlihatkan sikap konsisten,
istiqomah (lurus), taat, setia pada kebenaran,
setia pada kawan, setia pada janji, dan seterusnya.
Namun, mungkin saja ada
orang yang terjebak berbuat konsisten karena dari awalnya sudah keliru.
Misalnya, sejak remaja ia terbiasa bertingkah keliru karena memperoleh rasa
senang dan nyaman, juga karena ikut-ikutan atau tidak tahu pasti alasan
tindakannya. Dalam hal seperti ini biasanya ia akan melengkapi “konsistensi”-nya
itu dengan pembenaran, yakni pengetahuan yang hanya seolah-olah benar padahal
keliru. Di sini terjadi konsistensi yang negatif. Untuk memperbaikinya, ia
harus berterus-terang atau jujur atas apa yang terjadi sejak awal.
Kejujuran disertai dengan pengetahuan yang luas akan melahirkan
kearifan atau kebijaksanaan. Kejujuran dengan pengetahuan yang sedikit akan
menampakkan keluguan.
Bagi yang beragama Islam: “Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan
pada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga” (Hadis
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). anakbertanya
|
Label:
IMAJINASI
Sabtu, 19 Oktober 2013
HARUSKAH CINTA
Tiupan angin yang begitu pelan-pelan bagaikan
sepoi-sepoi, membuat aku seperti orang merana. Pagi itu kurasakan begitu resah
pikiran ini. Terus aku turun dari pembaringanku ini, karena seruan azan sudah
berkumandang, waktu shalat shubuh telah tiba. Lalu aku mengambil wudhu untuk
melaksanakan shalat shubuh, dan minta petunjuk Allah supaya diberi ketenangan
dalam bathin ini.
Sesudah aku melaksanakan semua itu, aku pergi keluar
sambil jalan-jalan pagi untuk menghirup udara segar. Sesampainya aku
dipersimpangan jalan, aku mendengar seperti ada orang yang memanggil namaku.
Kemudian Lina mengabari aku, bahwa dia mendapat undangan pesta pernikahan
kekasihku, yang sudah lama tak kunjung datang. Terus aku balik bertanya, “apa
aku tak salah dengar, Lin….”. Lantas begitu spontan Lina temanku
menjawab,”Enggak salah lagi, nih, lihat sendiri undangannya, aku sengaja
membawa undangannya biar kamu percaya”. Seperti ada api yang membara didada
ini. Aku harus bisa datang, walau tanpa diundang. Aku harus bisa menyaksikan
pesta pernikahan itu, dengan mata kepalaku sendiri.
Sampailah pada hari yang kutunggu-tunggu itu telah
tiba. Aku datang secara diam-diam diantara kerumunan orang. Aku berjalan sambil
menyelinap, agar mantan kekasihku tak melihat keberadaan ku disitu. Ternyata
benar, aku sempat menyaksikan saat kekasihku itu, betapa semangatnya dia saat
mengucapkan “ijab-qabul” didepan penghulu, sambil tersenyum kepada mempelainya.
Betapa sakit dan kecewanya hatiku, betapa hancurnya harapanku. Cinta yang sudah
terbina seakan tiada arti lagi. Aku kecewa sekali masih terbayang dalam ingatan
ini saat dia mengucapkan perasaan cintanya untuk ku. Dan betapa aku
mengagungkan cintanya saat itu. Begitu mudah dia mengucapkan cinta itu, semudah
itu pula dia mengakhiri semua itu. Tanpa mengucapkan selamat tinggal untukku.
Tak pernah ku merasakan rasa kecewa yang begitu menyakitkan ini. Ternyata cinta
itu begitu kejam. Alangkah kejamnya cinta. Mengapa harus ada cinta dan mengapa
pula harus ada kecewa. Begitu sulit dipisahkan cinta dan kecewa.
Kemudian aku langsung pulang sambil menangis. Dan
menyusuri jalan-jalan yang sepi tanpa menoleh lagi. Seandainya aku tahu dari
dulu, tak mungkin aku menerima cintanya dengan setulus hatiku ini. Mengapa aku
selalu gagal dalam mencapai cinta. Apa salahku dan apa dosaku. Sehingga aku
menerima derita cinta ini. Penuh dengan segala kekecewaan yang menyakitkan.
Mengapa
kita harus mengukir kenangan manis diantara perjumpaan kita. Kenangan yang
selalu menjadikan naluri aku semakin rapuh ini. Kini kurajuti hari-hariku yang
sepi, tanpa ada yang menemani, kunyanyikan tepian cemara ini tanpa ada yang
menemani. Kulagukan duka ini sendiri, tanpa dirimu disisiku lagi. Cukupkanlah
aku merasakan kesakitan yang begitu menyakitkan ini. Cinta yang sudah kubina
berakhir begitu saja, bagaikan angin lalu. Kini biarkanlah ku pergi membawa
semua kenangan, walau hanya bayanganmu yang menjelma. Semua bayangan darimu
akan selalu kusimpan dalam sanubari ini dan akan kujadikan sejarah pahit dalam
hidup ini.
Terkadang
aku ingin menghapus namamu dan mengubur sejuta cerita kita, tetapi bayangan itu
selalu datang, disaat aku berjuang untuk menghapus semua itu. Sebagaimana aku
bisa belajar untuk mencintaimu dahulu. Dan pastinya aku juga bisa berjuang
untuk melupakanmu. Itulah tekad yang membaja dalam dada ini. Haruskah aku
menyesali dengan apa yang telah terjadi. Penyesalan itu selalu datang
terlambat. Kini aku harus bangkit dari ketidakberdayaan ini. Untuk menyongsong
hari esok dan tak perlu hanyut hanya karena sepotong kepahitan di masa lalu,
yang sudah menjadi mimpi, aku berdoa dan tetap berharap pada yang kuasa, agar
aku bisa menghadapi penderitaan ini. Jangan biarkan kesedihan ini tetap
berlanjut. Kalau memang ini taqdirmu untukku, kuatkanlah aku. Karena aku tak
pernah menyalahkan taqdirmu untukku. Tapi semua itu adalah kehendak.
Tak
terbayang olehku kalau akhirnya begini jadinya, dulunya aku selalu membayangkan
bahwa dia akan selalu mencintaiku, walau apapun yang terjadi dan akan selalu
menuntunku dan menyayangi ku selalu, tapi semua itu keliru. Semua itu semakin
jauh dariku, tak adakah sebongkol rasa sayang untuk ku. Lupakan semua
pengorbananku. Sia-sia semua itu yang kulakukan untukmu.
Perpisahan
itu begitu menyakitkan, tapi itulah kenyataan yang harus kuterima. Untuk bisa
menghentikan tangis ini, aku harus bisa melangkah dengan pasti. Walaupun harus
mulai dengan sesuatu yang awal. Walaupun sulit rasanya, aku harus bisa
tersenyum untuk hari esok yang ceria. Semoga takkan ada duka dan takkan ada
kecewa. Mungkin semua itu akan lebih baik daripada apa yang pernah aku jalani.
Namun apakah aku bisa setegar itu. Setegar batu karang yaang takkan terhempas
walau diterjang badai dan takkan tersesat karena karang terjangmu dan takkan
kandas dan musnah oleh lembahmu yang hitam. Semua kesudahan itu harus berlalu
sebatas dengan kesudahan. Semoga aku bisa melupakan hari-hari yang sudah
terlewati itu. Karena hari yang kemarin adalah pengalaman dan pelajaran untuk
dijadikan pedoman, yang akan menjadi semboyan dalam hidup ini.
Oh…..Tuhan
Bukalah pintu hati ini agar aku selalu berada
dijalanmu. Berilah kebahagiaan untukku, makhluk yang lemah ini, karena engkau
kuasa atas segala sesuatu. Dan engkau pula Maha mengetahui atas segala sesuatu.
Tiada daya dan upaya kecuali engkaulah yang kuasa, yang menentukan jalan hidup
hamba-Mu. Biarkanlah deritaku akan cepat berakhir. Berdosakah aku mengharapkan
apa yang belum pernah aku dapatkan. Hidupku hanya mengharapkan sebongkol kasih
sayang dan sekelumit perhatian yang dalam, tapi semua itu tak pernah kurasakan
apalagi untuk kugenggam. Inilah jeritan batin seorang anak manusia. Jika aku
bisa menggenggam kebahagiaan dengan apa yang selalu kuinginkan. Mungkin
kematian yang akan menjemputku, aku merasakan suatu ketenangan, agar hidup yang
kujalani ini takkan sia-sia karena semua itu adalah impianku, harapanku dan
angan-anganku, yang selalu ingin kugantungkan dalam hidupku. Karena aku tak
pernah putus asa dalam membangun sebuah cinta yang pernah kau anugerahkan
kepadaku dan izinkanlah aku melangkah dijalanmu dan mengubah haluan hidupku
menuju pintumu. panger4nmatahari
Label:
SOLUSI
Rabu, 16 Oktober 2013
PILIHAN YANG BAIK
Cara menentukan
Pilihan Yang Baik
Yang namanya hidup tak ayal kita dihadapkan pada suatu kondisi,
dimana kita diharuskan untuk menentukan sebuah pilihan.
Entah itu mengenai apa yang akan dilakukan untuk kedepannya maupaun yang
berhubungan dengan apa yang akan kita terima dan kita jalani saat ini.“Memilih
dari sedikit pilihan jauh lebih baik daripada kita tidak memilih sama sekali.”
Orang bijak mengatakan bahwa: “ Semakin banyak pilihan . semakin
sulit untuk kita memilh”
Untuk Itulah.. Berikut ada sedikit tips me
ngenai cara menentukan pilihan yang baik ,,
Kita Harus mempunya dasar yang kuat mengenai alasan apa yang
mengharuskan kita untuk memilih. Dengan demikian kita akan sangat
mempertimbangkan untuk berfikir dua kali.
2. Pikirkan Dampaknya
Menganalisa dampak yang kemungkinan muncul akan membantu dalam memilih.
Setiap dari objek pilihan pasti mempunyai pengaruh baik ataupun buruk. Pilih
mana yang sekiranya membuat anda merasa nyaman dan membawa dampak baik bagi diri
anda.
3. Mana Yang Lebih Penting
Terkadang kita memilih berdasarkan apa yang kita sukai tanpa
memikirkan apakah kita benar-benar membutuhkanya. Apabila dari sekian
pilihan semuanya dirasa penting, ada baiknya kita memilih yang paling mendesak
dahulu . . setelah itu mengikuti ..
4. Pertimbangkan Pendapat Orang Lain
Pastinya Kita pernah mengalami jalan buntu dalam menentukan sebuah
pilihan sehingga butuh pendapat dari orang lain sebagai masukan. Maka dari itu
pilihlah orang atau sahabat anda yang dipercaya untuk dimintai pendapat. Karena
bisa jadi apa yang disampaikannya bisa sangat membantu,
5. Ambillah Waktu Untuk Berfikir.
Dalam Menentukan pilihan ada baiknya kita tidak tergesa-gesa. Karena itu
akan berdampak pada hasil yang kita putuskan,. Untuk itu berfikir berkalli-kali
sangat dianjurkan. Berfikir dengan tenang dan penuh pertimbangan akan
mempermudah kita dalam mengambil keputusan.
6. Berdo’a
Sebagi manusia yang
mempunyai keyakinan, berdoa adalah kegiatan yang sangat dianjurkan untuk
melengkapi usaha kita, Karena terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu
itu yang terbaik.
Label:
SOLUSI
Selasa, 08 Oktober 2013
MENANGANI ORANG MARAH
Menangani Orang yang Sedang Marah ke Anda
Ini dapat terjadi di manapun dan kapanpun, baik di tempat kerja, di rumah atau bahkan di jalanan. Lawan bicara Anda mulai berteriak ke Anda karena saking marahnya, bahkan yang terburuknya mulai memukul Anda. Orang paling tenang di dunia-pun mungkin akan kesulitan menghadapi hal ini. Jadi bagaimana cara terbaik menghadapi orang yang sedang melampiaskan kemarahannya ke kita?
MENGHADAPI
ORANG YANG MELAMPIASKAN KEMARAHANNYA KE ANDA
Hal ini paling sering ditemui dunia kerja, apalagi jika Anda sering berhadapan dengan orang-orang yang penuh komplain. Anda akan menyadari bahwa lawan bicara Anda penuh dengan emosi yang siap meledak kapan saja. dan insting Anda menyuruh Anda untuk mencoba menenangkan mereka walaupun itu sangat sulit. Tapi ini sangat sulit, ini seperti Anda disuruh menenangkan api dengan hanya meniupnya.
Jika Anda menyuruhnya tenang selagi ia marah mungkin ia malah akan berteriak ke Anda: "Ah, Ga usah nyuruh-nyuruh dhe!" Inilah yang membuat banyak orang bingung apa yang harus dilakukan, yang lebih buruk lagi karena Anda sedang berhadapan dengan 'api'. 'Api' Tersebut menyebar ke Anda dan Anda juga menjadi marah.
Di sini ada 2 tahap untuk menenangkan lawan bicara Anda, dan tahap kedua biasanya dilakukan sesudah tahap pertama dilakukan.
Berikut ini adalah tahap paling umum dan dasar yang harus dilakukan jika lawan bicara Anda sedang marah. Jika Anda sudah mengetahui tahap ini, langsung saja ke tahap ke-2.
1.
TETAP TENANG
Anda pasti pernah melihat situasi atau mungkin berada di situasi dimana karena lawan bicara Anda berteriak ke Anda bahkan sampai mengatai Anda, Anda ikut meledak dan akhirnya meneriakinya juga. Hal ini sebenarnya sangatlah buruk dan dinilai oleh kebanyakan orang tidak profesional, memang orang tersebut tidak boleh merendahkan Anda, tapi mungkin jika Anda berhasil menenangkannya ia akan menyadari kesalahannya dan minta maaf ke Anda.
Oleh karena itu, Anda harus tetap tenang dalam segala situasi. Jika Anda ikut marah atau panik, hal itu malah akan memperburuk keadaan. Tindakan Anda selanjutnya akan dilakukan setelah Anda menilai situasi Anda.
2.
BIARKAN IA MENGELUARKAN SEMUA KEMARAHANNYA DAN DENGARKAN
Terimalah situasi bahwa lawan bicara Anda memang sedang marah ke Anda, walaupun itu mungkin salah paham, tapi ia sedang marah ke Anda. Sadari itu, dan biarkanlah ia mengeluarkan apapun yang berada di dalam pikirannya, biarkan ia bicara dan Anda mendengarkan. Jika ada kata-kata kasar, anggap saja itu angin lewat atau seperti musik pengiring yang membantu lawan bicara Anda lebih tenang. Ketahuilah bahwa orang yang bijaksana dan berpendidikan tidak akan mengeluarkan kata kasar.
3.
YAKINKAN IA AGAR MENYADARI BAHWA ANDA MENGERTI SITUASINYA
Baik Anda setuju atau tidak setuju dengan kemarahan lawan bicara Anda, yakinkan ia bahwa Anda mengetahui apa yang sedang terjadi. Hal ini disebabkan banyak orang yang terus marah karena mereka mengira bahwa Anda tidak mengerti apa yang mereka rasakan. Oleh karena itu, Anda harus menunjukkan bahwa Anda mengerti apa yang terjadi dan yakinkan juga ia bahwa Anda mungkin akan melakukan hal yang sama jika berada dalam situasi seperti mereka.
Biasa cara seperti ini adalah cara paling efektif dimana lawan bicara Anda akan menganggap bahwa Anda berada di pihaknya.
4.
JIKA IA MASIH BELUM TENANG, TANYAKAN PERTANYAAN BERIKUT
Jika lawan bicara Anda masih belum tenang juga dan terus meneriaki ke Anda serta tidak ada tanda bahwa ia akan berhenti marah. Maka itu merupakan tanda bahwa Anda sudah harus bertindak dan mulai menyedot semua kemarahannya. Anda dapat melakukan ini dengan menanyakan 3 pertanyaan berikut.
JADI KAMU MARAH GARA-GARA HAL APA?
Bayangkan jika Anda sudah bicara
panjang lebar gara-gara sedang marah, tiba-tiba orang yang Anda marahi
menanyakan pertanyaan ini kembali. Ini tentunya akan membuat Anda lebih marah
dan benar-benar meledak. Ya, cara seperti ini akan membuat lawan bicara Anda
benar-benar lebih marah dan mengeluarkan semua kemarahannya sampai ke titik
tertinggi. Ini adalah cara terbaik untuk menyedot kemarahannya.
BISA ANDA ULANGI MENGENAI ______?
Anda pasti sudah tahu dan mengerti akan
situasi mengapa lawan bicara Anda sangat marah, serta ia marah karena apa. Jika
lawan bicara Anda terus berteriak dan tidak menunjukkan tanda akan tenang
setelah Anda tanyakan hal tadi, tanyakan lagi mengenai hal yang lebih spesifik
dimana lawan bicara Anda benar-benar marah karena hal itu.
Misalnya jika ia marah karena kebocoran
terjadi di ruang tamu dan sofanya basah. Tanyakan ke dirinya: "Bisa Anda
ulangi mengenai sofa basah tadi? Saya kurang jelas karena suara Anda terlalu
keras." Sertakan dengan alasan mengapa Anda ingin lawan bicara Anda
mengulangi mengenai hal tersebut. Hal ini akan menyebabkan lawan bicara Anda
sadar bahwa kemarahannya tidak akan membantu Anda lebih mengerti akan
situasinya.
SUDAH BOLEH SAYA BERBICARA?
Ini adalah pertanyaan akhir yang akan
ditanyakan Anda setelah Anda melihat bahwa lawan bicara Anda sudah kehabisan
kata-kata. Pertanyaan seperti ini akan mebuat lawan bicara Anda sadar bahwa
selagi ia marah, Anda tidak berbicara sama sekali dan itu tidak akan membantu
dirinya menyelesaikan masalahnya.
5.
BERIKAN PENJELASAN APA YANG ADA DI PIKIRAN ANDA
Jika lawan bicara Anda masih marah dan tidak tenang juga, pergilah ke tahap berikutnya.
Setelah lawan bicara Anda cukup tenang, maka itu adalah saatnya Anda menjelaskan apa yang ada di pikiran Anda. Misalnya jika lawan bicara Anda salah mengerti bahwa kesalahan terkait bukanlah kesalahan Anda, maka jelaskanlah secara tenang mengapa ia bisa salah mengerti dan mengapa itu bukan kesalahan Anda. Misalnya lagi jika Anda sedang menangani komplain terkait suatu produk, maka jelaskanlah bagaimana prosedur penanganan komplain tersebut dan tindak lanjut apa yang akan Anda ambil.
6.
MENYERAH DAN TANGANI KEMBALI ESOK HARINYA
Ini merupakan benar-benar cara paling terakhir dalam menangani lawan bicara Anda dan tentunya harus dihindari. Terkadang mundur dan menyerah merupakan tindakan yang bijaksana, karena terkadang seberapa besar-pun upaya Anda dalam menenangkan lawan bicara Anda, 'api' tidak bisa dipadamkan.
Cara seperti ini merupakan salah satu cara terbaik dalam menangani kemarahan lawan bicara Anda, karena waktu dapat membuat kemarahan lawan bicara Anda lebih berkurang. Tapi tentunya dalam beberapa situasi, cara seperti ini tidak bisa dilakukan. Seperti contohnya jika Anda menangani bagian komplain, Anda tentu tidak mungkin menyuruh si customer menelepon besok harinya dan menutup telepon. Ini malah akan membuat Anda dimarahi atasan.
Untuk situasi seperti ini, cara terbaik adalah melakukan 5 tahap di atas dan memberikan penjelasan sebaik mungkin.
Ingatlah bahwa cara seperti apapun yang Anda lakukan untuk menenangkan dan memberikan penjelasan ke lawan bicara Anda, seberapa marah-pun lawan bicara Anda, jika ia sudah tenang maka itu berarti Anda sudah melakukan tindakan yang benar, dan jika itu berakhir dengan kekerasan maka ketahuilah kekerasan itu salah di mata hukum, jadi Anda dapat melaporkannya ke polisi.
Jika atasan Anda protes akan tindakan yang Anda lakukan, Anda dapat menunjukkan bahwa cara yang Anda lakukan ini merupakan cara terbaik dalam menangani kemarahan customer, buktinya customer Anda dapat lebih tenang dan menerima penjelasan Anda. Tapi tentunya itu semua tergantung ke prinsip dan kepribadian Anda sendiri, atau Anda memiliki alternatif lain? Semangat!
Label:
SOLUSI
Langganan:
Postingan (Atom)